Harga Mobil Listrik Sekitar Rp 200 Juta

Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta tak membanding-bandingkan mobil listrik dengan Esemka. "Mobil listrik menggunakan tenaga baterai, sedangkan Esemka menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jadi tak bisa dibandingkan," kata Dahlan di Jakarta, Senin (16/7).

Menurut Dahlan, mobil listrik adalah alat transportasi jangka panjang yang keberadaanya harus didukung semua pihak. "Optimistis masa depan mobil listrik nasional menjanjikan, karena selain negara bisa menghemat BBM juga harga kendaraan ini tak akan terlalu mahal," ujar Dahlan.

Dahlan menjelaskan, harga satu mobil listrik jenis Ahmadi Mesin 5.0 akan berkisar Rp 200 juta. "Setelah semua infrastruktur soal aturan mobil listrik selesai maka akan diproduksi sebanyak 5.000 unit type 5.0," ujarnya.

Dahlan merupakan sosok yang getol mendorong terciptanya mobil listrik nasional. Bahkan mantan Dirut PT PLN ini memasang target mobil listrik akan diproduksi masal mulai April 2013. "Agak mahal sedikitlah, tetapi biaya operasionalnya tidak lagi mahal karena bukan BBM, cukup mengisi penuh baterai saja," tegasnya.

Berbeda dengan Esemka diutarakan Dahlan, mobil listrik tidak menggunakan BBM. "Esemka belum siap diproduksi massal. Esemka hanya untuk pembelajaran dan pendidikan. Jadi jangan dibandingkan karena keduanya 'binatang' yang berbeda. Esemka bermesin, sedangkan mobil listrik tidak," ujarnya.

0 comments: